Tampilkan postingan dengan label alat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alat. Tampilkan semua postingan
Minggu, 08 Desember 2013
Ini Dia Alat transportasi berdesain unik di dunia
Bentuk desain berbagai alat transportasi dunia dimulai dari yang unik, aneh hingga berbentuk sangar

Seorang desainer sepeda Didi Senft membuat kreasi karya sebuah becak unik yang memakai bodi mobil Trabant di Berlin Jerman 26 April 2011.

Li Zhiyuan warga China, membuat perahu sepeda yang dibuat dari bahan daur ulang di Hefei, China, 28 Mei 2007.

Mobil kapsul listrik roda tiga di China.

Messerschmitt KR200 microcar 1957 (kanan) adalah mobil beroda tiga yang mampu berjalan mencapai kecepatan hingga 100 kmh. Mobil ini dirancang oleh insinyur pesawat Fritz Fend dan diproduksi di pabrik produsen pesawat Messerschmitt Jerman 1955-1964.

Mobil bertenaga baterai ini dapat melaju hingga 105,95 km, dan untuk berjalan 1 km harus mengunakan 192 baterai AA, Tokyo, Jepang 4 Agustus 2007.

Lei Zhiqian warga China mengendarai sepeda dimodifikasinya, ia menyeberangi Sungai Hanjiang anak sungai dari Sungai Yangtze di Wuhan, Hubei, China 16 Juni 2010.

Sepeda motor unik saat Festival Bikers di Logoisk, Minsk, Belarus 24 Juli 2010.

Sebuah mobil bertenaga angin dan baterai yang sedang menempuh perjalanan sejauh 5000 km dari Perth ke Sydney, 15 Februari 2011.

Seorang pria menciptakan modifikasi motor dengan menggunakan suku cadang daur ulang dari mobil dan motor bekas di Bangkok, Thailand.

Sepeda motor raksasa yang memiliki tinggi 3.2 m, panjang 5,5 m dan berat 1 ton serta mempunyai 3 tempat duduk, di China.

Kendaraan berdesain sepatu wanita yang menandai Hari Perempuan Internasional dan kendaraan ini dapat berjalan hingga kecepatan maksimum 45 km.

Seorang wanita China berkeliling sebuah taman di Shanghai menggunakan sepeda beroda tunggal/unicycle.

Kendaraan kursi prototipe listrik beroda dua ini dapat memungkinkan orang untuk berkeliling kota lebih cepat, aman, tenang dan bersih, dan dengan biaya total yang lebih rendah.
ReadFull Article ..
Seorang desainer sepeda Didi Senft membuat kreasi karya sebuah becak unik yang memakai bodi mobil Trabant di Berlin Jerman 26 April 2011.
Li Zhiyuan warga China, membuat perahu sepeda yang dibuat dari bahan daur ulang di Hefei, China, 28 Mei 2007.
Mobil kapsul listrik roda tiga di China.
Messerschmitt KR200 microcar 1957 (kanan) adalah mobil beroda tiga yang mampu berjalan mencapai kecepatan hingga 100 kmh. Mobil ini dirancang oleh insinyur pesawat Fritz Fend dan diproduksi di pabrik produsen pesawat Messerschmitt Jerman 1955-1964.
Mobil bertenaga baterai ini dapat melaju hingga 105,95 km, dan untuk berjalan 1 km harus mengunakan 192 baterai AA, Tokyo, Jepang 4 Agustus 2007.
Lei Zhiqian warga China mengendarai sepeda dimodifikasinya, ia menyeberangi Sungai Hanjiang anak sungai dari Sungai Yangtze di Wuhan, Hubei, China 16 Juni 2010.
Sepeda motor unik saat Festival Bikers di Logoisk, Minsk, Belarus 24 Juli 2010.
Sebuah mobil bertenaga angin dan baterai yang sedang menempuh perjalanan sejauh 5000 km dari Perth ke Sydney, 15 Februari 2011.
Seorang pria menciptakan modifikasi motor dengan menggunakan suku cadang daur ulang dari mobil dan motor bekas di Bangkok, Thailand.
Sepeda motor raksasa yang memiliki tinggi 3.2 m, panjang 5,5 m dan berat 1 ton serta mempunyai 3 tempat duduk, di China.
Kendaraan berdesain sepatu wanita yang menandai Hari Perempuan Internasional dan kendaraan ini dapat berjalan hingga kecepatan maksimum 45 km.
Seorang wanita China berkeliling sebuah taman di Shanghai menggunakan sepeda beroda tunggal/unicycle.
Kendaraan kursi prototipe listrik beroda dua ini dapat memungkinkan orang untuk berkeliling kota lebih cepat, aman, tenang dan bersih, dan dengan biaya total yang lebih rendah.
Rabu, 06 November 2013
Alat Anti Contek Thailand Jadi Bahan Cemoohan

Mencontek merupakan salah satu kebiasaan buruk siswa yang sangat sulit untuk dihilangkan. Berbagai macam metode dan cara dikembangkan untuk mengurangi dan menghilangkan kebiasaan mencotek dikalangan siswa. Walau dilakukan dengan tujuan yang baik, ternyata tidak semua metode ini bisa diterima dengan baik, beberapa metode pada akhirnya justru malah dicemooh. Seperti metode anti mencontek yang dikembangkan oleh salah satu profesor ternama di Thailand berikut ini.
Karena merasa prihatin dengan tingginya kasus contek mencontek di kalangan kampus, seorang profesor bernama Nattadon Rungruangkitrai mencoba mengembangkan sebuah metode untuk mencegah mahasiswanya mencontek. Alat sederhana ini Ia wajibkan untuk dikenakan oleh sekitar 100 mahasiswa yang mengikuti ujian di Universitas Kasetsart, Thailand.
Alat anti mencontek tersebut berupa sebuah ikat kepala yang dilengkapi dengan dua buah kertas berukuran A4. Walau alat ini dibuat dengan niat yang baik, untuk mengajarkan kejujuran, namun sayangnya metode ini justru pada akhirnya menjadi bahan cemoohan. Saat foto yang menunjukan para mahasiswa yang sedang mengikuti ujian sambil menggunakan alat tersebut diunggah ke jejaring sosial mereka jadi tertawaan berbagai media. Akibat banyaknya cemoohan terhadap metode ini, untuk sementara waktu kebijakan ini akhirnya harus dihentikan.
Rungruangkitrai menjelaskan sebenarnya idenya itu hanya untuk meningkatkan konsentrasi mahasiswa. Ide itu pun muncul setelah ia berdiskusi dengan sejumlah mahasiswa mengenai upaya mencegah mereka nyontek. Walau banyak dicemooh, seorang pakar pendidikan dari Universitas Chulalongkorn bernama Somphong Chitradub menyatakan mendukung kebijakan yang dilakukan Rungruangkitrai ini. Dia mengatakan mahasiswa harus belajar tentang bagaimana menghargai diri mereka dan sadar ujian sambil mencontek bukan hal yang bisa dibanggakan.
Berikut ini gambar para mahasiswa yang sedang mengikuti ujian dengan menggunakan alat anti mencontek tersebut.

Alat anti mencontek tersebut berupa sebuah ikat kepala yang dilengkapi dengan dua buah kertas berukuran A4. Walau alat ini dibuat dengan niat yang baik, untuk mengajarkan kejujuran, namun sayangnya metode ini justru pada akhirnya menjadi bahan cemoohan. Saat foto yang menunjukan para mahasiswa yang sedang mengikuti ujian sambil menggunakan alat tersebut diunggah ke jejaring sosial mereka jadi tertawaan berbagai media. Akibat banyaknya cemoohan terhadap metode ini, untuk sementara waktu kebijakan ini akhirnya harus dihentikan.
Rungruangkitrai menjelaskan sebenarnya idenya itu hanya untuk meningkatkan konsentrasi mahasiswa. Ide itu pun muncul setelah ia berdiskusi dengan sejumlah mahasiswa mengenai upaya mencegah mereka nyontek. Walau banyak dicemooh, seorang pakar pendidikan dari Universitas Chulalongkorn bernama Somphong Chitradub menyatakan mendukung kebijakan yang dilakukan Rungruangkitrai ini. Dia mengatakan mahasiswa harus belajar tentang bagaimana menghargai diri mereka dan sadar ujian sambil mencontek bukan hal yang bisa dibanggakan.
Berikut ini gambar para mahasiswa yang sedang mengikuti ujian dengan menggunakan alat anti mencontek tersebut.

Langganan:
Postingan (Atom)